KH. Maemoen Zubair dan Kh Mustofa Bisyri (Gus Mus)
Mustasyar Besar Nahdlotul Ulama KH. Maemoen Zubair mengatakan bahwa untuk mengetahui siapa warga Nahdliyyin terlebih dahulu kita harus mengetahui latar belakang tujuan dan siapa yang mendirikannya.
NU itu berdiri tahun 1926 M, tepatnya tanggal 31 bulan Januari.
Nahdlatul Ulama itu berdiri pertama kali lewat Muktamar, Muktamar pertama kali itu berakhir pada tanggal 31 Januari, Memilih Rais Akbar Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari) dan wakilnya Kiai Faqih Maskumambang," jelasnya.
Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, Muktamar pertama itu dihadiri banyak ulama, dan beberapa keanehan yang berusaha dijelaskan kiai karismatik itu.
Beliau menjelaskan terkait segi bahasa yang digunakan dalam penamaan Nahdlatul Ulama tersebut.
"Banyak kiai yang meng-isghal-kan (mempertanyakan) kenapa dinamakan Nahdlatul Ulama?
Kata Nahdlatul Ulama itu masdar dari nahdlah, yang mengikuti wazan fa'la yang disebut sebagai masdar marrah (isim yang menunjukkan peristiwa terjadi hanya sekali)," terangnya.
Jadi inilah yang menjadi harapan organisasi kemasyarakat Islam Nahdlatul Ulama, yakni dengan sekali bangkit, lalu bertahan untuk selamanya.
Kita harus menjaga, mempertahankan sifat, corak, bentuk NU sesuai dengan tujuan berdirinya pertama kali, dengan tetap mendahulukan para ulama-ulama.
"Sehingga kalau ada pertanyaan siapa warga Nahdlatul Ulama?
Jawabannya, menurut dahulu kala, ada anggota alami dan ada organisasi. Anggota organisasi yaitu yang tercatat menjadi anggota, sedangkan yang alami adalah mereka yang mengikuti para ulama," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang itu.