Lisensi

Iklan Terkeren

Iklan Terkeren

Semakin Kamu ngiklan semakin kamu boncos
Coba Dulu
Foto saya

Lord Yazid

1,3 rb pengikut · 13 mengikuti · 1 rb postingan

Profil · Kreator digital

Kreator digital Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia Bundles of Joy University Berlin Campus

Ceo Blog Syarah Taqrib

Teman yang memiliki kesamaan

Sebab Ngalap Barokah ke Kiyai Urusan jadi Gampang





Junaedi merupakan salah satu santri pondok pesantren salaf, Selain mondok dia juga kuliah, Tak terasa dia sudah berada pada masa akhir kuliah. 





Mulailah dia menyiapkan judul skripsi untuk diajukan, Setelah di acc ketua dan sekretaris jurusan, dan ditunjuk pembimbing, maka Junaedi menyibukan diri menggarap skripsinya demi gelar sarjananya.



 





Junaedi walaupun telah berusaha keras mempersiapkan skripsi agar sesuai dengan kriteria karya tulis ilmiah sehingga bisa lolos dalam sidang munaqosah, tapi dia tetap ketar-ketir barangkali ketemu penguji yang killer dan menghambat kelulusan sarjananya. 








Dasar Junaedi , dia itu santri pondok salaf yang penuh dengan dunia ijazah doa dan wirid dari Kyai ahli ilmu hikmah, tak harus berfikir lama, maka Junaedi dengan diantar oleh temannya sowan kepada Pak Kyai tersebut. 








Di hadapan Pak Kyai, Junaedi mengutarakan hajatnya, Kemudian oleh Pak Kyai Junaedi dikasih doa untuk mempersiapkan ujian serta disuruh kembali untuk membawa tulisan skripsinya. 








Malam selanjutnya Junaedi sowan kembali membawa tulisan skripsinya. Oleh Pak Kyai tulisan skripsi didoakan dan disembur. Setelah selesai Pak Kyai bertanya kepada Junaedi , apa cita-citanya kalau sudah lulus kuliah. 








Junaedi menjawab bahwa dia ingin berwiraswasta, Oleh Pak Kyai dibilangin bahwa kelak dia akan menjadi karyawan perusahaan milik negara, Junaedi tak begitu menanggapi, dia hanya mengiyakan dan mengamini. 





Tanggal ujian munaqosah telah diumumkan, Junaedi mempersiapakan segala bahan buku bacaan, sekiranya penguji menanyakannya. 








Hari ujian munaqosah telah tiba, penuh dengan ketegangan dan harap-harap cemas. Satu persatu teman Junaedi masuk ruangan sidang munaqosah. Dengar cerita temannya yang dibantai penguji dengan banyak coretan tangan penguji pada lembar skripsi temannya, menambah ketegangan Junaedi . 








Hari semakin siang, menjelang dhuhur, kini giliran Sobiin berhadapan dengan penguji. Diluar dugaan, penguji hanya menyampaikan dua pertanyaan, dan Junaedi disuruh membaca teks kitab kuningnya dari fotocopy kitab yang dibawanya. 








Junaedi adalah santri, sudah terbiasa ngaji bandungan kitab kuning. Dia baca teks kitab gundulnya dengan lancar karena memang telah dipelajari, Hal ajaib terjadi, tidak ada setengah jam Junaedi mengikuti sidang ujian munaqosah dan berakhir dengan membingungkan dan membahagiakan. 








Membingungkan karena tidak ada revisi sama sekali dari tulisan skripsinya yang sebenarnya biasa-biasa saja alias karya tulis yang umum batir, Jelas Junaedi bingung dan khawatir karena tidak ada ucapan dari penguji apakah dia harus mengulangi ujian atau memperbaiki skripsinya. 








Sampai akhirnya pengumuman hasil skripsi disampaikan, ternyata Junaedi lulus ujian munqosah skripsi dengan nilai tiga koma, Junaedi pun gembira sekali karena hajatnya tercapai dan dia bergumam dalam hatinya, ini berkat doa Pak Kyai.



Postingan Terkait