Lisensi

Iklan Terkeren

Iklan Terkeren

Semakin Kamu ngiklan semakin kamu boncos
Coba Dulu
Foto saya

Lord Yazid

1,3 rb pengikut · 13 mengikuti · 1 rb postingan

Profil · Kreator digital

Kreator digital Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia Bundles of Joy University Berlin Campus

Ceo Blog Syarah Taqrib

Teman yang memiliki kesamaan

Saran simpel untuk Sahabat yang berusia 20 tahunan dalam mensiasati finansial





Jika saat ini sahabat menginjak umur 20an, Kayanya sahabat Harus Ikuti Saran Finansial yang Simpel Namun Bermakna deh.





Umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang, di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional. 





Berbagai keputusan besar juga menanti untuk sahabat ambil di umur ini, menentukan kemana arah hidupmu akan dibawa, termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan. 





Kali ini Team nahNU akan memberikan saran kepada sahabat nahnu bagaimana mengatur keuangan dan menyiasati beban kerja, khusus buat sahabat yang masih usia 20-an. langsung saja. 





1. Jangan Terlalu pilah-pilih Pada Pekerjaan 



Beberapa dari sahabat pasti sudah punya kesempatan untuk menghasilkan uang sendiri, entah itu dari pekerjaan paruh waktu atau langsung menjejakkan kaki di dunia kerja purna waktu selepas lulus. Semua pilihan terbentang di depan mata, sampai kadang sahabat bingung harus menjalani yang mana. 





Satu yang pasti: bagi sahabat yang baru menjajal pekerjaan pertama, jangan terlalu pilih-pilih. Pekerjaan pertamamu bisa jadi tidak langsung menawarkan penghasilan yang fantastis atau bonus berlimpah. Tapi dari situlah sahabat bisa belajar soal usaha dari nol dan etos kerja yang akan membawamu ke kesuksesan. 





Pekerjaan pertamamu adalah pintu awal unuk belajar jadi pribadi yang berkualitas dan layak dipertahankan. Ambil setiap kesempatan yang datang, tidak perlu pilih-pilih. Ini jauh lebih baik daripada menganggur dan melewatkan kesempatan belajar. 





2. Tetaplah Hidup Hemat Ala Mahasiswa 



Untuk Beberapa Tahun Awal Kesalahan terbesar anak muda usia 20-an selepas bisa mendapatkan penghasilan sendiri adalah membelanjakan uang melebihi kemampuannya. 





Gaji pertama sering membuat anak muda kalap, hingga mengeluarkan uang di atas kemampuan finansial yang dimiliki. Liz Weston, penulis buku The 10 Commandments of Money, menyarankan anak muda yang baru memiliki pekerjaan pertama untuk mengabaikan gaji yang mereka peroleh selama beberapa tahun awal. 





“Kebanyakan orang justru akan lebih berhasil secara finansial jika tetap hidup hemat seperti mahasiswa dalam beberapa tahun pertama — sampai mereka bisa lebih bijak mengatur pengeluaran”. 





3. Tunggu Dulu Untuk Mewujudkan Berbagai Keinginan 



Soal Kepemilikan Materi, Sampai Sahabat Kuat Secara Finansial Setelah dapat gaji pertama, sahabat seakan ingin mewujudkan semua keinginan saat itu juga nggak sih? Semua hal ingin dibeli, berbagai kegiatan ingin dilakukan karena sudah merasa mampu menghasilkan uang sendiri. 





Keinginan untuk memiliki berbagai barang dan menjajal berbagai pengalaman tentu sah-sah saja ingin sahabat lakukan. Hanya, jangan terlalu terburu-buru. Tunggulah dulu sampai kondisi finansialmu benar-benar stabil untuk melakukannya. 





Menunda mengambil cicilan mobil dan bertahan dengan motormu selama beberapa tahun, tetap tinggal di kos sederhana dan tidak pindah ke apartemen — ini bisa membawa perubahan besar dalam hidupmu. Kuncinya cuma satu: menunggu sampai sahabat benar-benar kuat secara finansial. 





4. Selalu Bagi Penghasilanmu jadi 5 Bagian



yang Spesifik Li Ka-Shing, orang terkaya di Asia membagikan caranya agar bisa hidup makmur. Dia selalu membagi penghasilan yang didapatkan ke dalam 5 pos khusus: 




  • Biaya hidup 

  • Biaya sosial dan menjamu teman 

  • Dana untuk mengembangkan kualitas diri 

  • Dana wisata 

  • Dana untuk berinvestasi Dengan membagi penghasilan ke dalam 5 pos spesifik, sahabat jadi lebih punya kendali dalam mengeluarkan uang. 


Anggaran-anggaran yang secara mendadak membengkak bisa dihindari. Sahabat sudah punya guideline jelas, kemana saja uangmu bisa dihabiskan. Untuk lebih tahu banyak tentang cara Li Ka-Shing mengatur uang dan membawa diri hingga bisa jadi orang terkaya di Asia, sahabat bisa membaca artikel “Mau Cepat Kaya? Selalu Bagi Penghasilanmu Jadi 5 Bagian“ yang pernah nahnu tulis. 





5. Bersenang-senanglah Dengan Cara yang Spesifik 



Terlepas dari besar atau kecilnya pendapatan yang sahabat miliki, sahabat tetap punya hak untuk bersenang-senang. Bahkan, sahabat harus bersenang-senang agar tidak stres menghadapi beban kerja yang terus datang tiap hari. 





Kunci agar bisa bersenang-senang tapi tetap aman secara finansial adalah dengan membuat tema kegiatan bersenang-senang tiap bulannya. Misalnya, bulan ini sahabat bisa jalan-jalan ke luar kota. Bulan depan sahabat bisa belanja buku dan make-up. 





Tujuan utama dari membuat tema per bulan adalah agar sahabat tidak kehilangan kemampuan mengatur diri dan menghamburkan uangmu untuk hal yang tidak perlu. Sahabat tetap boleh bersenang-senang kok dengan hasil kerja kerasmu. Hanya, sahabat tidak bisa mendapatkan semuanya disaat yang bersamaan. 





6. Buat Dua Rekening: 



Rekening Untuk Pengeluaran Rutin dan Rekening Khusus Simpanan Niat menabung gaji sih ada, tapi kalau semua uang dipegang di tangan rasanya kok sebanyak apapun gaji tetap habis aja ya? 





Demi bisa menyelamatkan gaji dari mendadak amblas tanpa bekas, sahabat bisa membuat 2 rekening berbeda yang punya tujuan masing-masing. 





Rekening pertama adalah untuk pengeluaran rutin, sementara rekening kedua khusus diperuntukkan untuk uang simpanan. 





Rekening kedua ini tidak boleh sahabat otak-atik, tidak peduli apapun keadaannya. Dengan membagi uang ke dalam 2 rekening berbeda sahabat bisa dengan jelas memisahkan uangmu sesuai kebutuhan. Kebutuhan harian dan simpanan tidak akan lagi tercampur-campur dan tertukar. 





7. Hati-Hati Dengan Pengeluaran Sosial 



Pengeluaran terbesar (yang sering tidak disadari) oleh anak muda usia 20-an adalah pengeluaran sosial. Nongkrong-nongkrong di cafe sepulang kerja sama teman-teman, janjian makan di tempat yang es teh saja harganya 20-ribuan sampai ajakan nonton saat weekend yang harga tiketnya 2 kali lipat dari harga normal. 





Semua itu, jika tidak diatur secara hati-hati, bisa menggerogoti pundi-pundi uangmu dengan drastis. Agar aman, sahabat perlu punya anggaran khusus untuk kebutuhan sosial. Sisihkan gajimu tiap bulan untuk anggaran jalan-jalan dan bersosialisasi dengan teman-teman. 





Jika uang di anggaran itu sudah habis, artinya sahabat tidak lagi bisa ikut kegiatan nongkrong dan kumpul-kumpul sampai bulan berikutnya datang. Dengan cara ini sahabat akan lebih bisa mengatur diri. Kalau mau bisa terus bergabung di keriaan bersama kawan, sahabat harus pintar-pintar memilih pesanan. 





8. Belajar Bilang “Tidak” Pada Ajakan Teman yang Melebihi Batas Kemampuanmu 



Selain biaya nongkrong-nongkrong untuk kebutuhan sosial, biaya lain yang kerap menguras kantong sering datang dari ajakan teman. Tiba-tiba sahabat diajak jalan-jalan ke Jepang di pertengahan tahun. 





Padahal uang tabunganmu sebenarnya belum mencukupi untuk biaya melancong ke luar negeri. Berani menolak ajakan teman yang tidak sesuai kemampuan bisa jadi langkah penyelamat untuk kehidupan finansialmu. 





Berteman bukan berarti selalu harus melakukan semua hal bersama-sama. Menyadari kemampuan diri sendiri dan lebih berhati-hati menjaga pengeluaran tidak akan membuatmu kehilangan teman sejati, kok. 





9. Gengsi Tidak Ditentukan Oleh Seberapa Keren Gadget-mu 



Punya iPod, MacBook Pro, iPad, tablet Android dengan resolusi tinggi dan iMac seakan jadi tanda bahwa sahabat sudah berhasil. Yup, kepemilikan gadget sering jadi pengeluaran besar untuk anak muda usia 20-an yang baru mulai belajar menghasilkan uang sendiri. 





Bisa menggenggam barang-barang berteknologi tinggi yang harganya berkali-kali lipat dari gajimu jadi hal yang bisa sahabat banggakan di depan teman-teman sejawat. Padahal kesuksesan dan gengsi tidak hanya ditentukan dari gadget, loh. 





Bisa mengatur uang, memiliki instrumen investasi yang stabil dan punya simpanan untuk dana darurat akan lebih membuatmu terhindar dari bencana finansial. Gadget secanggih apapun tidak akan bisa menyelamatkanmu dari kebutuhan mendadak. Justru uang tabungan dan investasi lah yang bisa. 





10. Tidak Usah Apply Kartu Kredit Selama Sahabat Masih Belum Perlu 



Kartu kredit memang menawarkan promo dan berbagai kemudahan yang menggoda. Tapi jika tidak hati-hati, sahabat bisa terjebak di lingkaran hutang berbunga tinggi. Ada baiknya sahabat menebalkan iman untuk menghindari godaan SPG kartu kredit yang bermulut manis. 





Biasakan membayar semua kebutuhan secara tunai. Kalau terpaksa harus pakai kartu, gunakan kartu debet dari rekening yang ditujukan untuk pengeluaran rutin. Dengan cara ini sahabat bisa lebih tegas pada diri sendiri untuk mengeluarkan uang sesuai dengan pemasukan yang sahabat miliki. 





Menghindari menggunakan kartu kredit sama dengan menghindari hutang dan bunga yang berlipat ganda. 





11. Jangan Terlalu Lama Nge-Kos, 



Pertimbangkan Untuk Mulai Mencicil KPR Biaya sewa kamar kos memang tidak terasa begitu memberatkan tiap bulannya. Apalagi jika sahabat pintar memilih kamar kos yang murah dan nyaman. 





Tapi, jika dihitung dalam jangka panjang anggaran untuk sewa kos bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Lagian sahabat nggak mau kan selamanya jadi anak kos? Setelah 5-7 tahun bekerja, ada baiknya sahabat mulai mempertimbangkan untuk mencicil rumah lewat proses KPR. 





Melalui proses ini sahabat yang sudah punya pengalaman kerja minimal 2 tahun bisa mengajukan pinjaman ke bank untuk mendapatkan dana yang bisa digunakan untuk melunasi rumah idaman. Kenapa 5-7 tahun? Kenapa tidak setelah 2 tahun bekerja, langsung saja ajukan agunan KPR? Karena agar KPR-mu disetujui, sahabat perlu punya uang muka sebesar minimal 30% dari harga rumah yang ingin sahabat beli. 





Waktu 5-7 tahun perlu untuk mengumpulkan dana down payment (DP) rumah. Cicilan KPR juga jadi alasan penting kenapa sahabat harus menghindari kartu kredit. Cicilan kartu kredit yang tidak dibayar tepat waktu bisa menurunkan performa kreditmu, hingga bukan tidak mungkin bank bisa menolak pengajuan pinjaman KPR yang sahabat berikan. 





Padahal sekarang hampir mustahil sahabat bisa beli rumah secara kontan tanpa bantuan bank. Kecuali kalau orang tuamu tuan tanah atau raja minyak, sih. Cicilan KPR memang akan terasa memberatkan dalam beberapa puluh tahun hidupmu. Tapi dengan punya rumah sendiri sahabat akan jauh lebih secure secara finansial. Lagipula rumah itu juga bisa jadi investasi properti yang menguntungkan, bukan? 





12. Mulailah Belajar Untuk Berinvestasi 



Salah satu cara agar sahabat aman secara finansial sampai tua nanti adalah dengan belajar berinvestasi sedari muda. Berbagai instrumen investasi bisa sahabat jajal. Mulai dari valuta asing, reksa dana, bermain di pasar modal hingga menjajal investasi properti. Intinya jangan biarkan uangmu diam saja di bank. Manfaatkan uang simpanan yang sahabat miliki untuk menghasilkan uang yang lebih banyak melalui investasi. 





13. Buka Jalan Untuk Menjadi Wirausaha 



Amat jarang orang yang bisa jadi miliuner tapi seumur hidupnya jadi karyawan. Biasanya mereka yang sangat sukses dalam bidang finansial berani mengambil resiko dengan berusaha memulai usaha sendiri. Tidak perlu drastis meninggalkan pekerjaanmu sekarang kalau sahabat belum sepenuhnya yakin. 





Cobalah memulai usaha di bidang yang sahabat minati secara paruh waktu dulu. Toh sekarang banyak kemudahan teknologi yang bisa membantumu. Sahabat bisa menjalankan usahamu via online sehingga bisa sahabat kerjakan di sela-sela kesibukan pekerjaan kantoranmu. 





Saat sudah benar-benar menghasilkan, barulah sahabat bisa keluar dari pekerjaan rutinmu dan fokus ke bisnis yang ingin sahabat rintis. 





14. Hidup Susah Tidak Masalah 



Untuk Sementara Waktu Tidak pernah ada kesuksesan yang datang dalam semalam. Bahkan Wu Shihong, manajer IBM dan Microsoft saja memulai karirnya dari menjadi tenaga cleaning service. 





Orang sesukses dia saja memulai karirnya dari bawah. Jadi, jangan takut mulai bekerja dengan gaji rendah. Jangan takut tinggal di kos atau kontrakan sederhana selama beberapa waktu. Jangan takut gak punya mobil keren dan malah pakai angkutan umum demi bisa berinvestasi. 





Jangan takut terlihat kalah trendi dari lingkungan sekitarmu. Ingat, sahabat sedang prihatin mencoba hidup sedikit susah demi kekayaan yang akan sahabat nikmati di masa depan. 





15. Sisihkan Uang Untuk Asuransi Kesehatan dan Rencanakan Dana Pensiun 



Meskipun perusahaanmu sudah memberikan asuransi kesehatan, tapi asuransi kesehatan korporat biasanya tidak menanggung beberapa kasus khusus. Dana kesehatan perlu sahabat rencanakan dari awal, jika tidak ingin bangkrut mendadak karena anggaran pos kesehatan. 





Sisihkan uangmu untuk membayar premi asuransi kesehatan yang lebih menyeluruh. Ambil pula tabungan rencana untuk mempersiapkan dana pensiun. Kebanyakan anak muda merasa bisa menunda merencanakan dana pensiun. 





Padahal sejak gaji pertamamu masuk ke rekening, sahabat dan persiapan dana pensiun seakan sudah berkejaran dengan waktu. 





16. Bekerjalah Sekeras Mungkin, 



Bekerjalah Secerdas Mungkin Ini yang paling penting dari semuanya. Walau sahabat sudah berinvestasi, sudah memiliki pendidikan OK, tapi jika sahabat tidak punya semangat juang maka ucapkan selamat tinggal pada kekayaan yang diharapkan. Selagi sahabat masih muda, maksimalkan waktumu untuk fokus kerja-kerja dan kerja. 





Datanglah paling pagi ke kantor, kerjakan pekerjaanmu semaksimal mungkin. Gunakan waktu yang sahabat miliki dengan taktis. Tunjukkan kemampuan terbaikmu setiap hari. Manfaatkan teknologi dan sarana yang ada untuk membantu pekerjaanmu. Bekerjalah dengan efektif dan efisien agar sahabat tidak menyia-nyiakan kemampuan yang sahabat miliki. 





Tidak hanya bekerja kera, sahabat juga perlu bekerja cerdas. Itu tadi saran-saran finansial yang cocok diaplikasikan oleh sahabat yang baru berusia 20-an. 





Semoga dengan melakukan hal tersebut sahabat bisa menapaki hidup yang lebih tertata dan membawa banyak manfaat bagi diri dan sesama.



Postingan Terkait