Jebolnya saluran Wadaslintang Bojongsari Kecamatan Alian memantik kepedulian sejumlah pihak
Sedikitnya 7 Rumah Rusak Berat Akibat Jebolnya Saluran Wadaslintang
Jebolnya saluran irigasi waduk Wadaslintang Senin pagi (17/4/2017) menjadi bencana bagi warga Desa Bojongsari Kecamatan Alian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melaporkan, setidaknya 7 rumah rusak berat akibat peristiwa itu.
selain itu, barang berharga ikut hilang diterjang banjir, termasuk kandang ternak dan dapur rumah yang hancur.
Belasan warga terpaksa diungsikan namun tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Drs Muhyidin membenarkan adanya saluran waduk Wadaslintang yang jebol.
Ada informasi tiga rumah rusak ada lagi lima rumah ambruk. Baru kita kirim petugas ke lokasi," kata Muhyidin dihubungi via telepon.
Dari video yang diterima, jebolnya saluran Wadaslintang terjadi pada gorong-gorong yang berada di wilayah RT 05 RW 03 Desa Bojongsari Kecamatan Alian Senin pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Diawali dengan retakan tanah, tak lama tanah ambles. Selanjutnya air menyembur dan masuk ke pemukiman warga.Kejadian itu membuat panik warga, Adapun kerusakan terparah terjadi di RT 5 RW 03 Desa Bojongsari Kecamatan Alian.
Masing-masing rumah milik Yatin (45), Triutomo (31), Ratini (60). Kemudian Sandiarjo (65), Pawit (35), Lihin (33), Parmin ( 70). Rumah mereka bertujuh mengalami rusak berat dan memaksa 28 jiwa penghuninya yang diantaranya masih balita mengungsi.
Banjir tiban itu juga membuat sejumlah warga lain kehilangan barang-barang seperti sepeda motor, serta kehilangan kandang ternak serta warung bahkan kolam ikan. Total 12 kepala keluarga terdampak banjir."Ada sebanyak 7 unit sepeda motor ikut rusak serta tiga kandang ternak ikut rusak," kata petugas BPBD Kebumen, Sugeng Hariadi dan Sukirman dalam laporannya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih mengiventarisir kerugian bencana tersebut. "Kerugian sementara Rp 500 juta, Tidak ada korban jiwa namun para warga terdampak bencana membutuhkan bantuan baju, makanan dan minuman serta selimut," kata Sukirman.
Air bah tiba-tiba menerjang warga Desa Desa Bojongsari Kecamatan Alian, Senin pagi tadi menyusul jebolnya saluran irigasi Waduk Wadaslintang di daerah tersebut.Hingga berita ini diturunkan, belum jelas penyebab kerusakan tersebut.
Namun diduga, gorong-gorong tak kuat menahan volume air Wadaslintang dan jebol. Begitu kejadian, saluran air dari Wadaslintang dihentikan sehingga mengurangi dampak bencana," kata Kepala Logistik dan Kedaruratan pada BPBD Kebumen, Drs Muhiyidin.
Bencana banjir bandang akibat jebolnya tanggul saluran irigasi Wadaslintang di Desa Bojongsari Kecamatan Alian memantik kepedulian sejumlah pihak, Salah satunya, datang dari komunitas sepeda motor Yamaha NMAX yang menamakan diri Kebumen NMAX Owner, Selasa (18/4/2017).
Menggunakan mobil bak terbuka, sekitar 20 anggota NMAX mendatangi lokasi bencana di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian sembari membawa barang bantuan. Kali ini, mereka memberikan bantuan makanan cepat saji, air mineral, telor, hingga pakain pantas pakai.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Pelindung Kebumen NMAX Owner (Kemon) HD Sriyanto didampingi Ketua Kemon Yofi Erfianto Nugroho di Posko Lapangan BPBD Kebumen. "Bantuan ini kami galang secara spontan setelah mengetahui ada informasi banjir akibat tanggul irigasi yang jebol," ujar Pelindung Kemon HD Sriyanto di lokasi bencana.
Pihaknya segera menyalurkan bantuan ke lokasi bencana dengan harapan bisa segera dimanfaatkan untuk korban bencana. Bantuan tersebut sabagai bentuk kepedulian klub motor kepada masyarakat yang terkena musibah.
Sementara, Ketua Kemon Yofi Erfianto Nugroho menambahkan, komunitas yang terbentuk sekitar awal tahun 2017 itu memiliki sekitar 30 anggota. Anggotanya berasal dari beragam profesi mulai dari pengusaha, dokter, perawat, pengacara hingga masih mahasiswa. Dan, menjadi satu-satunya komunitas motor Yamaha NMAX di Kota Beriman."Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa klub motor tidak selalu negatif," ujar Yofi Erfianto Nugroho didampingi sesepuh Kemon Toni Asrofi yang merupakan penguasaha asal Prembun.
Bantuan pun datang dari komunitas Paytren Ustadz Yusuf Mansur yang menamakan diri Sebagai Paytrener Kebumen, Selasa (18/4/2017).
Meski hanya Menggunakan Motor sendiri-sendiri yang beranggotakan sekitar 12 Anggota mendatangi lokasi bencana di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian sembari membawa barang bantuan.
Ahmad Asrofi sebelah kanan Puji Kuwanto Sebelah Kiri
Bantuan tersebut diserahkan oleh Perwakilan Anggota Paytren Kebumen (KPK) Ahmad Asrofi didampingi Bpk Puji Kuwanto selaku Leader Kebumen, di Posko Lapangan BPBD Kebumen.
Ahmad Asrofi sebelah kanan Puji Kuwanto Sebelah Kiri




